Rabu, 13 April 2016

Masa indah waktu SMA

SAHABAT

Aku bukan ingin hidup di masa lalu. Bukan pula berharap waktu dapat diputar untuk mengulang keindahan dahulu. Tapi berada disini, membuatku menoleh kebelakang bagai memutar kembali jalinan cerita kala muda remaja.

Yang paling kenangan ku ingat adalah pada saat UN pun kita masih santai Dan bisa-bisa kita berphoto ria. Sungguh aku kangen masa itu.

Aku memang tak punya kisah cinta di SMA kita. Tapi kisah persahabatan yang terjalin luar biasa menghiasi remajaku. Menjadi bagian dari kehidupanku kala itu dan tak pupus hingga saat ini. Mungkin banyak yang terlupa, tapi tak sedikit yang masih menghiasi hati . Rasa bangga menukar putih biru menjadi putih abu-abu adalah masa dimana kala itu penuh gejolak. Tak apa pernah dikecewakan karena maafkan bila mengecewakan. Saat itu tawa begitu lepas, tapi kadang menangis bagai menyesakkan dada. Sesekali melompat dalam girang, tapi kali lain tertunduk dalam sedih. Masa-masa indahku telah berubah dari tawa menjadi kenangan. Sahabat-sahabat baikku telah berubah dari teman menjadi keluarga”

Waktu adalah ungkapan tentang suatu perjalanan panjang pada tiap-tiap kisah yang dikitarinya. Waktu terus menerus mengikuti setiap derap langkah manusia, termasuk aku yang berjalan dibawah naungannya. Dan saat aku tiba pada hari ini, di tempat ini, tolehanku ke masa lalu tak dapat merubah kekonstanan waktu. Dia akan terus berjalan dan tak akan berhenti walau sebentar. Namun kenangan kala itu akan tetap terlihat dalam rangkaian semesta raya. Persahabatan akan terukir dalam pahatan indah dikehidupanku.

Jabat erat sahabatku..~

Sabtu, 09 April 2016

Remaja muslim memaknai cinta

::Remaja muslim memaknai cinta::

      cinta itu indah, cinta itu sederhana, cinta itu relatif, terkadang tak bisa diungkapkan dengan kata - kata, cuma bisa dirasakan dengan hati.
      mau makan keinget senyum nya, mau tidur teringat wajah nya, mau ngapain aja keinget dia, itulah CINTA
       Bagi para remaja muslim menanggapi datang nya cinta harus lah dimaknai dengan cinta karena Allah, cinta itu kembali kepada Allah dan cinta itu untuk Allah.
        Wahai kawan... bukan kah Allah akan cemburu bila engkau menduakan nya, jika engkau saja kalau diduakan atau diselingkuhi cemburu apalagi dengan Allah SWT jika engkau melupakan nya bahkan engkau meninggalkan nya??maka dengan itu jangan sampai rasa cintamu kepada makhlukNYA melebihi rasa cintamu kepada yang menciptakanNYA.
        Cinta adalah sebuah anugerah yang diberikan Allah untuk makhluk nya jangan sampai jangan sampai kita menyia - nyiakan anugerah Allah dengan melakukan hal - hal yang dilarang oleh Allah SWT.
          Contoh nya dengan melihat yang bukan mahrom dengan syahwat, apakah kalian tahu balasannya di akhirat nanti?? yap.. balasan nya ialah matanya akan dipenuhi api neraka kemudian di masukkan di masukkan ke dalam neraka dalam keadaan hina.
naudzubillah..
bukan kah itu sangat mengerikan kawan?? maka dari itu jangan lah kamu sia - sia kan anugerah terindah Allah yang satu ini..
Bersabarlah kawan...
       jika dia jodoh mu dia pasti akan datang pada waktu yang tepat, tak perlu mencari nya dia akan datang pada kita kelak nanti karena Allah SWT
        Ingat kawan!! seseorang yang baik hanya untuk yang baik dan orang yang tidak baik hanya untuk orang yang tidak baik..
         jadi marilah kita pantaskan diri kita ini untuk mendapatkan jodoh yang baik.Betapa indah nya jika kalian mau bersabar...
         Betapa indah nya jika kawan selalu menjaga pandangan, hatipendengaran dan lisanAllah SWT berfirman dalam surat an - nur ayat 30
        "Katakan lah kepada laki - laki yang beriman agar mereka menjaga pandangan nya. dan memelihara kemaluan nya. yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat".(Q.S AN-NUR:30)

Putus asa

JANGANLAH KALIAN MENGELUH DAN BERPUTUS ASA1)
- Ketika kita mengeluh :“Ah mana mungkin…. : .”
✅Allah menjawab :“Jika AKU menghendaki, cukup Aku berkata“Jadi”, maka jadilah (QS. Yasin ; 82)2)- Ketika kita mengeluh :“Wah, letih sekali….”
✅Allah menjawab :“…dan KAMI jadikan tidurmu untuk istirahat.” (QS.An- Naba:9)3)- Ketika kita mengeluh :“Berat sekali ya, gak sanggup rasanya…”
✅Allah menjawab :“AKU tidak membebani seseorang, melainkan sesuai dgn kesanggupan.” (QS. Al-Baqarah : 286)4)- Ketika kita mengeluh :“Stress nich, bingung?!”
✅Allah menjawab :“Hanya dengan mengingatKu hati akan menjadi tenang”. (QS. Ar-Ra’d :28)5)- Ketika kita mengeluh :“Yah, ini mah bakal sia-sia..deh! ” ✅Allah menjawab :”Siapa yg mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarahpun, niscaya ia akan melihat balasannya”. (QS. Al- Zalzalah :7)6)- Ketika kita mengeluh :“saya sendirian, gak ada seorgpun yang mau membantu…”
✅ Allah menjawab :“Berdoalah (mintalah) kepadaKU, niscaya Aku kabulkan untukmu”. (QS. Al-Mukmin :60)7)- Ketika kita mengeluh :“Sedih sekali rasanya…”
✅Allah menjawab :“La Tahzan,..Innallaha Ma’ana... Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah beserta kita:. (QS. At-Taubah :40)8)- Ketika kita mengeluh :“Ampun..susah banget ini kerjaan…”
✅Allah menjawab : “sesungguhnya sesudah kesulitan itu adakemudahan” (QS. Al-Insyirah:6-7).Semoga semua yg kita lakukan pada hr ini bernilai ibadah...
Semoga hari-hari ini adalah hari yang penuh barokah buat kita...
aamiin ya rabb..

Selasa, 05 April 2016

Do'a dalam menghadapi ujian

MARI DOAKAN TEMAN-TEMAN YANG ESOK AKAN MENGHADAPI UJIAN NASIONAL         

doa saat sedang menghadapi ujian :

1. Doa agar diberi kemudahan

اَللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

“Allaahumma laa sahla illaa maa ja’altahu sahlan wa anta taj’alul hazna idzaa syi’ta sahlan.”

“Ya Allah! Tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Sedang yang susah bisa Engkau jadikan mudah, apabila Engkau menghendakinya.”

Shahih Ibnu Hibban no. 2427; Syaikh ‘Abdul Qadir Al Arna’uth menyatakan shahih dalam Takhrij Al Adzkarhal. 106)

2. Doa Kelancaran Lisan oleh Nabi Musa ‘Alaihis Salam

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي, وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي, وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي, يَفْقَهُوا قَوْلِي

“Rabbisy syrahlii shadrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam millisaanii, yafqahu qaulii.”

“Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.”

QS Thaahaa : 25-28

3. Doa Memohon Tambahan Ilmu Pengetahuan

رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

“Rabbi zidnii ‘ilmaa.”

“Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.”

QS Thaahaa : 114

4. Dzikir-dzikir

Dan perbanyaklah berdzikir kepada Allah Ta’ala baik sebelum ujian dimulai maupun sesudahnya:

وَقَالَ : أَحَبُّ الْكَلاَمِ إِلَى اللهِ أَرْبَعٌ: سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، لاَ يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ

Rasulullah Shallallahu’ Alaihi wa Sallam bersabda: “Perkataan yang paling disenangi oleh Allah adalah empat: Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaha illallah,dan Allaahu akbar. Tidak mengapa bagimu untuk memulai yang mana di antara kalimat tersebut. (Shahih Muslim no. 1685)

وَقَالَ : ((أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَكْسِبَ كُلَّ يَوْمٍ أَلْفَ حَسَنَةٍ)) فَسَأَلَهُ سَائِلٌ مِنْ جُلَسَائِهِ، كَيْفَ يَكْسِبُ أَحَدُنَا أَلْفَ حَسَنَةٍ؟ قَالَ: ((يُسَبِّحُ مِائَةَ تَسْبِيْحَةٍ، فَيُكْتَبُ لَهُ أَلْفُ حَسَنَةٍ أَوْ يُحَطُّ عَنْهُ أَلْفُ خَطِيْئَةٍ))

Rasulullah Shallallahu ’Alaihi wa Sallam bersabda: “Apakah seseorang di antara kamu tidak mampu mendapatkan seribu kebaikan tiap hari?” Salah seorang di antara yang duduk bertanya: “Bagaimana di antara kita bisa memperoleh seribu kebaikan (dalam sehari)?” Rasul bersabda: “Hendaklah dia membaca seratus tasbih, maka ditulis seribu kebaikan baginya atau seribu kejelekannya dihapus.” (Shahih Muslim no. 2073)

كَلِمَتَانِ خَفِيْفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيْلَتَانِ فِي الْمِيْزَانِ حَبِيْبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَـانِ: سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Dua kalimat yang ringan di lidah, pahalanya berat di timbangan (hari Kiamat) dan disenangi oleh Tuhan Yang Maha Pengasih, adalah: Subhaanallaah wabi-hamdih, subhaanallaahil ‘azhiim. (Shahih Al Bukhari7/168)

وَقَالَ : لأَنْ أَقُوْلَ سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ

Rasulullah Shallallahu ’Alaihi wa Sallam bersabda: “Sungguh, apabila aku membaca: ‘Subhaanallah, walhamdulillaah, walaa ilaaha illallaah, wallaahu akbar’. Adalah lebih senang bagiku dari apa yang disinari oleh matahari terbit. (Shahih Muslim no. 2072)

Nah, itu tadi doa-doa dalam menempuh ujian yang dapat saya bagikan kepada kawan-kawan semua, semoga doa tersebut dapat membantu kesuksesan kalian dalam menempuh ujian. Amin

Minggu, 27 Maret 2016

Ketika cinta bertepuk sebelah tangan

Pernahkah kamu berharap pada seorang mahluk, Kamu berharap kebaikannya, Kamu berharap kehadirannya, Kamu berharap perhatiannya, Bahkan kamu berharap kasih sayangnya, . Tapi.. Seringkah engkau dikecewakannya? Seringkah engkau menangis karenanya? Seringkah engkau merasa disakiti olehnya? . Lalu… Pantaskah kamu masih berharap padanya? Ataukah dalam kecewa, dalam tangis dan dalam sakit itu Adakah kebahagiaan yang kamu dapatkan? Apakah dengan kecewamu, dia berubah menjadi baik? Apakah dengan tangismu, dia akan hadir? Ataukah dengan perasaan sakit hatimu, dia menyayangimu? . Mungkin jawabannya TIDAK Jadi… Bukankah ini saatnya untuk kamu pergi? Bukankah ini saatnya untuk kamu berpaling? Bukankah ini saatnya untuk kamu menjauh? . Setidaknya pergilah dari rasa kecewa itu… Berpalinglah untuk tetesan airmata itu Menjauhlah untuk membahagiakan hatimu.. . Sulitkah itu bagimu? Jika “YA”, Pikirkanlah betapa dia tak pernah mengharapkanmu.. Pikirkanlah betapa dia tak pernah mempedulikanmu.. Pikirkanlah betapa dia bahkan tak sempat memikirkanmu.. Tanpa kamu sadari… Kamu telah hanyut dalam harapan, impian dan angan kosongmu . Sedikit kata darinya sudah membuat kamu merasa diperhatikan Sedikit senyum darinya sudah membuat kamu pikir dia peduli Sedikit kabar darinya sudah membuat kamu terlena, tak beranjak… . Ya… semua yg sedikit itu saja sudah membuat kamu bahagia… Yg sedikit bahkan semu, sudah membuat kamu bertahan... Untuk apa? Untuk sesuatu yang KOSONG, Untuk sesuatu yang tak pernah dia pikirkan Untuk sesuatu yang bukan apa-apa untuknya Untuk sesuatu yang DIA TIDAK TAHU Atau sesuatu yang dia TAK AKAN PEDULI Dan esok, lusa, nanti ataupun detik yang akan datang… Kamu akan kecewa, menagis dan sakit hati lagi… . Tidakkah semua itu CUKUP? Saatnya kamu melangkah… Mendaki di terjal kehidupan dan mengalir bagai sungai Jangan bertahan untuk harapan yg tak pernah ada… Jangan menunggu hembus angin yang lalu… . Jangan sampai kamu terbangun dalam keadaan remuk Selagi kamu bisa berdiri… Selagi airmatamu belum habis Selagi hatimu belum bernanah.. . Biarlah sakitnya terasa hari ini.. Esok luka itu akan mengering Biarlah dia menjadi bagian kenanganmu . Tapi dia tak lagi menghancurkanmu Bahkan ketika kamu pergi Dia tak akan menangisimu Mungkin dia tak menyadarinya Karena kamu bukan yang diharapkannya Kamu bukan yang dipirkannya Kamu bukanlah apa-apa baginya . Jangan pernah menoleh lagi untuknya Jika hari ini kamu sadar siapa dia Besok, tahun depan, sepuluh tahun lagi Dia akan menjadi orang yang sama . Yang tak pernah mempedulikanmuYang hanya memberimu sedikit kata, sedikit senyum Yang akan menumpahkan air matamu, Menggoreskan rasa kecewa, Dan mengguratkan luka dihatimu…. . Maka…. PERGILAH, PERGILAH… Biarkan hari ini adalah akhir kecewa kamu Biarkanlah airmata itu menetes sederasnya Dan biarlah rasa sakit itu menghunjam dalam Tapi itu yang TERAKHIR untuknya…. Itu yang TERAKHIR… . Ingat... Allah tidak menciptakan satu orang didunia ini.. Bukalah hatimu, Diluar sana masih banyak yang membutuhkanmu.. Cukuplah dirimu untuk mereka yang siap menerima cintamu.. Yang lebih menghargai cintamu..

Rabu, 23 Maret 2016

Siksa orang yang meninggalkan sholat

bismillah
Assalamu'alaikum
Hai apa kabar kamu yang di sana?
yang sering meninggalkan sholat? dan yang sering menunda - nunda waktu sholat?
sholat adalah ibadah yang langsung di perintahkan oleh Allah SWT dalam peristiwa isra' mi'raj, sholat adalah tiang nya agama maka dirikanlah sholat dan orang yang meninggalkan sholat itu berarti telah meruntuhkan agama.Siksa - Siksa orang yang meninggalkan sholat:
6 siksa di Dunia orang yang meninggalkan sholat
1. Allah SWT akan mengurangi keberkahan umur nya.
2. Allah SWT akan mempersulit rizki nya
3. Allah SWT akan menghilangkan tanda / cahaya shaleh dariraut wajah nya
4. orang yang meninggalkan sholat tidak mempunyai tempatdi dalam islam
5. amal kebaikan yang pernah dilakukan nya tidak mendapatkan pahala dari Allah SWT
6. Allah SWT tidak akan pernah mengabulkan do'a nya

Saat sakaratul maut orang yang meninggalkan sholat juga akan di siksa oleh Allah SWT
1. menghadapi sakaratul maut dengan keadaan hina
2. meninggal dalam keadaan sangat lapar
3. meninggal dalam keadaan sangat haus

Di alam kubur juga orang yang meninggalkan sholat akan disiksa oleh Allah SWT
1. Allah SWT akan menyempitkan kuburan nya sesempit - sempit nya
2. kuburan nya akan sangat gelap
3. Di siksa sampai hari kiamat tiba

     3 siksa meninggalkan sholat fardhu ketika bertemu dengan Allah SWT
1. orang yang meninggalkan sholat fardhu pada hari kiamat akan di belenggu oleh malaikat
2. Allah SWT tidak akan memandang nya dengan kasih sayang
3. Allah SWT tidak akan pernah mengampunkan dosa - dosanya dan akan di azab sangat pedih di neraka

      Mengenai balasan bagi orang yang meninggalkan sholat fardhu diriwayatkan dalam sebuah hadits."ketika Rasulullah SAW isra' mi'raj, oleh malaikat jibril diperlihatkan suatu kaum yang membenturkan kepala mereka pada batu. setiap kali benturan itu menyebabkan kepala mereka pecah, kemudian mereka kembali pada keadaan semula dan mereka tidak berhenti mereka terus membenturkan nya. lalu Rasulullah SAW bertanya: " siapakah orang ini, wahai jibril?" malaikat jibril menjawab:"mereka ini orang yang berat kepalanya untuk menunaikan sholat fardhu". (HR. Thabrani)
         Na'udzu billa himin dzalik
"Jagalah sholat mu lima waktu sesibuk apapun kamu jangan pernah berani tinggal kan sholat"

Wassalamu 'alaikum

Selasa, 22 Maret 2016

Hukum karma

       Hukum Karma/Karmaphala memiliki pengertian yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan apa yang diklaimkan dasar hukumnya di dalam Al Qur’an dan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, laa min qarib wa laa min ba’id, tidak dari dekat, tidak pula dari jauh (meminjam istilah beliau ketika ditanya tentang Zaitun).
     Simak referensi resmi dari agama Hindu di bawah ini: “PENJELASAN TENTANG KARMA Berbeda dengan sebagian agama yang mengajarkan tentang “Takdir Tuhan” – dimana kehidupan kita di masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang ditentukan oleh takdir Tuhan -, agama-agama dharma [Hindu, Buddha dan Jain] mengajarkan yang berbeda, yaitu “Hukum Karma“.Kadang ada kesalah pahaman bahwa hukum karma sama dengan “nasib”, bahkan “suratan takdir Tuhan”[berarti semuanya ditentukan Tuhan]. Perlu diketahui bahwa dalam hukum karma tidaklah demikian, “suratan takdir” ini ditulis sendiri oleh diri kita sendiri. Kitalah yang mendesain nasib kita, bukan oleh Brahman, Dewa-Dewi ataupun pihak lain. Dalam ajaran Hindu, Brahman atau Purusha memang diyakini sebagai penyebab utama, tetapi dalam hal ini Brahman sebenarnya hanya “pengamat / saksi abadi“.
        Karma berarti “perbuatan / tindakan”. Hukum karma adalah hukum semesta sebab-akibat, dimana setiap tindakan kita akan membuahkan hasil tindakan atau buah karma [karma-phala]. Yang berarti apapun yang terjadi pada diri kita di masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang, ditentukan sepenuhnya oleh tindakan diri kita sendiri. Tanpa ada intervensi dari Brahman, Dewa-Dewi ataupun pihak lain. Dan yang dimaksud dengan “tindakan” itu adalah pikiran, perkataan, dan perbuatan kita sendiri….”
       Dan berikut penjelasan dari pihak agama Buddha: “secara singkat,karma (Pali: Kamma) berarti “perbuatan”,yang dalam arti umum meliputi semua jenis kehendak dan maksud perbuatan, yang baik maupun yang buruk, lahir atau bathin dengan pikiran kata-kata atau tindakan.
Makna yang luas dan sebenarnya dari Kamma, ialah semua kehendak atau keinginan dengan tidak membeda-bedakan apakah kehendak atau keinginan itu baik (bermoral) atau buruk (tidak bermoral)Sebagian masyarakat akan menyandarkan jawaban atas segala keadaan yang terjadi, baik atau buruk, kepada Tuhan.Namun agama Buddha menyangkal ciri ketuhanan seperti itu;… Selama berabad-abad, doktrin agama Buddha tentang karma, telah sering disalah-artikan sebagai paham deterministik/takdir".
      Lebih tegas lagi: “Ajaran Buddha tidak mengajarkan paham “takdir”, juga tidak mengajarkan paham “bebas kehendak”, tapi suatu ‘kehendak-berprasyarat’”Dari sejak awal menjelaskan, Hindu,Buddha dan Jain sudah menyatakan dengan tegas perbedaannya dengan dienul Islam Nampak jelas bahwa hukum karma sama sekali tidak terkait dengan taqdir Allah Ta’ala. Aqidah batil hukum karma semacam di atas tidaklah ada kaitannya sedikitpun, laa min qarib wa laa min ba’id (tidak dari dekat, tidak pula dari jauh) dengan ayat dan hadits yang diklaim (secara dusta!) Allah Ta’ala berfirman:إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ.“Sesungguhnya segala sesuatu Kami ciptakan dengan takdir.” (QS. Al-Qomar: 49)
     Allah Ta’ala juga berfirman:وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا. “Dan Dialah yang menciptakan segala sesuatu lalu menetapkan takdirnya dengan sebenar-benarnya.” (QS. Al-Furqan: 2)
      Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:كُلُّ شَىْءٍ بِقَدَرٍ حَتَّى الْعَجْزُ وَالْكَيْسُ.“Segala sesuatu telah ditakdirkan, sampai kelemahan dan kecerdasan.”
      Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:إِنَّ اللهَ خَلَقَ لِلْجَنَّةِ أَهْلًا خَلَقَهُمْ لَهَا وَهُمْ فِي أَصْلَابِ آبَائِهِمْ وَخَلَقَ لِلنَّارِ أَهْلًا خَلَقَهُمْ لَهَا وَهُمْ فِي أَصْلَابِ آبَائِهِمْ.“Sesungguhnya Allah telah menciptakan (menetapkan/menakdirkan) siapa saja yang akan masuk surga ketika mereka masih di tulang sulbi ayah-ayah mereka, dan Dia telah menciptakan (menetapkan/menakdirkan) siapa saja yang akan masuk neraka ketika mereka masih di tulang sulbi ayah-ayah mereka."    
       Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:مَا مِنْكُمْ مِنْ نَفْسٍ إِلَّا وَقَدْ عُلِمَ مَنْزِلُهَا مِنْ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ.“Tidak ada seorang jiwapun diantara kalian kecuali telah diketahui (oleh Allah karena Dia yang menetapkan) tempat tinggalnya di surga atau di neraka. 
      Ubadah bin Ash-Shamit berkata kepada anaknya: “Wahai anakku, engkau tidak akan merasakan lezatnya hakekat iman hingga engkau mengetahui (meyakini) bahwa apa yang telah ditetapkan akan menimpa dirimu tidak akan mungkin meleset darimu dan apa yang telah ditetapkan tidak akan menimpamu tidak akan mungkin mengenai dirimu. Saya telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:إِنَّ أَوَّلَ مَا خَلَقَ اللهُ الْقَلَمَ فَقَالَ لَهُ: اكْتُبْ! قَالَ: رَبِّ وَمَاذَا أَكْتُبُ؟ قَالَ: اكْتُبْ مَقَادِيرَ كُلِّ شَىْءٍ حَتَّىتَقُومَ السَّاعَةُ!“Sesungguhnya makhluk yang pertama kali Allah ciptakan adalah pena, lalu Dia berfirman kepadanya, “Tulislah!” Pena bertanya, “Wahai Rabbku, apa yang harus aku tulis?” Allah menjawab, “Tulislah takdir segala sesuatu hingga hari kiamat!”Lalu Ubadah berkata: “Barangsiapa yang mati dalam keadaan meyakini selain ini maka dia bukan termasuk dariku.
       Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:يَا أَبَا هُرَيْرَةَ قَدْ جَفَّ الْقَلَمُ بِمَا أَنْتَ لاَق.“Wahai Abu Hurairah, pena takdir telah kering mencatat apa saja yang akan engkau jumpai.”Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:إِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ عَمَلَ أَهْلِ الْجَنَّةِ فيما يَبْدُو لِلنَّاسِ وَهُوَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ عَمَلَ أَهْلِ النَّارِ فِيما يَبْدُو لِلنَّاسِ وَهْوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ.“Sesungguhnya benar-benar ada seorang hamba yang melakukan perbuatan penduduk surga berdasarkan apa yang terlihat oleh manusia, padahal dia telah ditakdirkan menjadi penduduk neraka. Dan sesungguhnya benar-benar ada seorang hamba yang melakukan perbuatan penduduk neraka berdasarkan apa yang terlihat oleh manusia, padahal dia telah ditakdirkan menjadi penduduk surga.”Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:إِنَّ الْغُلَام الَّذِي قَتَلَهُ الْخَضِر طُبِعَ كَافِرًا , وَلَوْ عَاشَ لَأَرْهَقَ أَبَوَيْهِ طُغْيَانًا وَكُفْرًا.“Sesungguhnya anak muda yang dibunuh oleh Khidhir memang telah ditetapkan menjadi orang kafir, seandainya dia berumur panjang pasti dia akan menyeret kedua orang tuanya kepada sikap melampaui batas dan kekafiran.”Allah Ta’ala berfirman:وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللهِ كَذِبًا (٢١)“Dan siapakah yang lebih zhalim dari orang yang membuat-buat kedustaan terhadap Allah.” (QS. Al-An’am: 21)Allah Ta’ala berfirman:قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالإثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لا تَعْلَمُونَ (٣٣)“Katakanlah: Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji baik yang nampak ataupun yangtersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, mengharamkan kalian mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (Dia mengharamkan) kalian mengada-adakan kedustaan terhadap Allah dengan sesuatu yang tidak kalian ketahui.” (QS. Al-A’raf: 33)Allah Ta’ala berfirman:أَلَمْ يُؤْخَذْ عَلَيْهِمْ مِيثَاقُ الْكِتَابِ أَنْ لا يَقُولُوا عَلَى اللهِ إِلا الْحَقَّ وَدَرَسُوا مَا فِيهِ وَالدَّارُ الآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلا تَعْقِلُونَ ( ١٦٩)“Bukankah Perjanjian Taurat sudah diambil dari mereka; yaitu bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar, dan mereka juga telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya?! Dan negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, maka tidakkah kalian mengerti?” (QS. Al-A’raf: 169)Allah Ta’ala berfirman:قُلْ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللهِ الْكَذِبَ لا يُفْلِحُونَ (٦٩) مَتَاعٌ فِي الدُّنْيَا ثُمَّ إِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْثُمَّ نُذِيقُهُمُ الْعَذَابَ الشَّدِيدَ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ (٧٠)“Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah tidak beruntung. Itu hanya akan menghasilkan kesenangan sementara di dunia, kemudian hanya kepada Kami-lah mereka kembali, kemudian Kami akan merasakan kepada mereka siksaan yang berat disebabkan kekafiran mereka.” (QS. Yunus: 69-70)Allah Ta’ala berfirman:وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أُولَئِكَ يُعْرَضُونَ عَلَى رَبِّهِمْ وَيَقُولُ الأشْهَادُ هَؤُلاءِ الَّذِينَكَذَبُوا عَلَى رَبِّهِمْ أَلا لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ (١٨)“Dan siapakah yang lebih zhalim dari orang yang membuat-buat kedustaan terhadap Allah?! Mereka itu akan dihadapkan kepada Rabb mereka dan para saksi akan berkata: “Orang-orang Inilah yang telah berdusta terhadap Rabb mereka.” Ingatlah, kutukan Allah ditimpakan atas orang-orang yang zhalim itu.” (QS. Huud: 18)Ketiga,Hukum karma (dalam Buddha/Hindu) tidak seperti yang digambarkan diatas”Seorang berbuat kejelekan, ada seseorang dia akan mendapatkan akibat yang semisal. Nah hal yang semacam ini mungkin saja ada sebab dia adalah bentuk dari siksaan, bentuk dari pembalasan, iya, bentuk dari pembalasan. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyebutkan bahwa pembalasannya itu sangatlah berat.” tetapi juga bisa bermakna karma yang baik (yang kesemuanya sama sekali tidak terkait dengan pembalasan/hukuman atau pahala dari Allah) :“Kamma(bahasa Pali) atau Karma (bahasa Sansekerta) artinya perbuatan. Kamma atau Karma adalah suatu perbuatan yang dapat membuahkan hasil,dimana perbuatan baik akan menghasilkan kebahagiaan dan sebaliknya perbuatan jahat juga akan menghasilkan penderitaan atau kesedihan bagi pembuatnya.” (http://artikelbuddhist.com/2011/05/hukum-karma.html)“Dalam kegiatan sehari-hari kita sering mendengar kata “Karma”. Panggunaan kata “Karma” ini pada umumnya ditujukan untuk manggambarkan hal-hal yang tidak baik; karma selalu dihubungkan dengan karma buruk. Padahal sebetulnya karma bukan hanya karma buruk tetapi juga ada karma baik….Konsep yang menganggap bahwa karma selalu karma buruk dan sebagai satu-satunya penyebab kejadian ini dapat dikatakan sebagai suatupandangan yang salah dan merupakan kelemahan terhadap penjelasan hukum karma.”(http://artikelbuddhist.com/2011/06/hukum-karma-oleh-yang-mulia-bhikkhu-uttamo-mahathera.html)“Hukum karma sama sekali bukan tentang hukuman atau hadiah [pahala] dari Tuhan, tapi tentang tindakan kita sendiri beserta seluruh konsekuensinya. Kalau kita sombong, maka yang akan datang kepada kita adalah kebencian. Kalau kita penuh kebaikan, maka yang akan datang kepadakita adalah simpati dan pertolongan. Kalau kita menyakiti, maka kita akan disakiti. Kalau kita penuh kesabaran, maka yang akan datang kepada kita adalah simpati dan kasih sayang. Kalau kita banyak mengambil kebahagiaan orang, maka kita juga akan banyak mengambil penderitaan, dll.”(http://peradah-semarang.blogspot.com/2011/05/hukum-karma.html)Nampak jelas bahwa hukum karma murni tentang tindakan kita sendiri beserta seluruh konsekuensinyadan sama sekali bukan tentang hukuman atau hadiah [pahala] dari Allah.Dari celah mana bisa melegalkan keyakinan batil hukum karma semacam ini dengan ayat dan hadits yangbawakan?Allah Ta’ala berfirman:وَلا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَذَا حَلالٌ وَهَذَا حَرَامٌ لِتَفْتَرُوا عَلَى اللهِ الْكَذِبَ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللهِ الْكَذِبَ لا يُفْلِحُونَ (١١٦)مَتَاعٌ قَلِيلٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (١١٧)“Dan janganlah engkau mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta, “Ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kedustaan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah tidak akan beruntung. Itu adalah kesenangan yang sedikit dan bagi mereka azab yang pedih.” (QS. An-Nahl: 116-117)Allah Ta’ala berfirman:وَيْلَكُمْ لا تَفْتَرُوا عَلَى اللهِ كَذِبًا فَيُسْحِتَكُمْ بِعَذَابٍ وَقَدْ خَابَ مَنِ افْتَرَى (٦١)“Celakalah kalian, janganlah kalian mengada-adakan kedustaan terhadap Allah sehingga Dia membinasakan kamu dengan adzab, dan sesungguhnya telah merugilah orang yang mengada-adakan kedustaan.” (QS. Thaha: 61)Allah Ta’ala berfirman:وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ تَرَى الَّذِينَ كَذَبُوا عَلَى اللهِ وُجُوهُهُمْ مُسْوَدَّةٌ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِلْمُتَكَبِّرِينَ (٦٠)“Dan pada hari kiamat engkau akan melihat orang-orang yang mengadakan kedustaan terhadap Allah, muka mereka menjadi hitam. Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri?” (QS. Az-Zumar: 60)Ke-empat,Di dalam keyakinan agama Hindu, hukum karma yang dialami seseorang memiliki keterkaitan erat dengan rukun iman Hindu yang lain, menitis/reinkarnasi dari kehidupan sebelumnya, sekarang dan kelahirannya pada masa yang akan datang:“KARMA-PHALA [BUAH KARMA]Berdasarkan rentang waktu, ada tiga jenis karma-phala yang didasarkan atas waktu dari buah karma itu matang dan kita terima, yaitu :1. Sancita Karmaphala [karma masa lalu] tindakan yang kita lakukan di masa lalu atau kehidupan [kelahiran] sebelumnya, yang buah karma-nya [karma-phala] baru matang dan kita terima di saat iniatau di kehidupan [kelahiran] sekarang. 2. Prarabda Karmaphala [karma saat ini] – tindakan yang kita lakukan di saat ini, yang buah karma-nya [karma-phala] matang dan kita terima di saat ini juga. 3. Kriyamana Karmaphala [karma masa depan] – tindakan yang kita lakukan di saat ini, yang buah karma-nya [karma-phala] baru matang dan kita terima di masa depan atau di kehidupan [kelahiran] berikutnya.”Demikiankah ya kesesuaian ayat dan hadits yang paduka bawakan dalam mendukung keyakinan batil hukum karma?Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, “Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللهِ, لاَ يُلْقِيْ لَهَا بَالاً؛ يَرْفَعُ اللهُ بِهَا دَرَجَاتٍ, وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللهِ, لاَ يُلْقِيْ لَهَا بَالاً؛ يَهْوِيْ بِهَا فِيْ جَهَنَّمَ.“Sesungguhnya benar-benar ada seorang hamba yang mengucapkan suatu perkataan yang diridhai Allah, sedangkan dia tidak memperhatikannya, padahal dengan sebab itu Allah meninggikannya beberapa derajat. Dan sesungguhnya benar-benar ada seorang hamba yang mengucapkan suatu perkataan yang dimurkai Allah, sedangkan dia tidak memperhatikannya, padahal dengan sebab itu dia terjatuh ke dalam neraka Jahannam.Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu beliau berkata, “Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مَا يَتَبَيَّنُ فِيْهَا؛ يَزِلُّ بِهَا فِيْ النَّارِ, أَبْعَدَ مِمَّا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ.“Seorang hamba benar-benar mengatakan sebuah kata tanpa dia pikirkan baik buruknya, dengan sebab itu dia tergelincir kedalam neraka yang lebih jauh dari jarak antara timur dan barat.”Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu beliau berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَة, لاَ يَرَى بِهَا بَأْسًا؛ يَهْوِيْ بِهَا سَبْعِيْنَ خَرِيْفًا فِيْ النَّارِ.“Sesungguhnya seseorang benar-benar mengatakan sebuah perkataan yang dia memandang bahwa itu tidak mengapa, padahal dengan sebab itu dia tergelincir kedalam neraka sejauh 70 tahun perjalanan.”Dari Bilal bin Harits Al-Muzaniy Radhiyallahu ‘Anhu beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللهِ تَعَالَى, مَا يَظُنُّ أَنْ تَبْلُغَ مَا بَلَغَتْ؛ فَيَكْتُبُ اللهُ لَهُ بِهَا رِضْوَانَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللهِ تَعَالَى, مَا يَظُنُّ أَنْ تَبْلُغَ مَا بَلَغَتْ؛ يَكْتُبُ اللهُ عَلَيْهِ بِهَا سَخَطَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.“Sesungguhnya seseorang benar-benar ada yang mengatakan sebuah kata yang diridhai Allah yang dia tidak menyangka sejauh mana akibat ucapan itu, maka Allah menulis keridhaan-Nya bagi orang tersebut sampai Hari Kiamat dengan sebab ucapan itu, dan sungguh seseorang benar-benar ada yang mengatakan sebuah kata yang dimurkai Allah yang dia tidak menyangka sejauh mana akibat ucapan itu, maka Allah menulis kemurkaan-Nya atas orang tersebut sampai Hari Kiamat dengan sebab ucapan itu.”Abu Bakr Radhiyallahu ‘Anhu berkata: “Langit yang mana yang akan menaungiku dan bumi yang mana yang akan kujadikan pijakan jika aku berani mengatakan tentang kitab Allah tanpa ilmu.”Ke-lima,Bagaimana pula karma yang diterima dalam masa kelahiran berikutnya jika seseorang itu melakukan kedurhakaan/perbuatan jahat dalam pandangan agama Buddha?Berikut contoh dan akibatnya:“Pancanantariya-kamma, yaitu 5 perbuatan durhaka.1. Membunuh ayah2. Membunuh ibu3. Membunuh seorang Arahat4. Melukai seorang Buddha5. Memecah belah SanghaMereka yang melakukan salah satu dari 5 perbuatan durhaka di atas, setelah meninggal akan lahir di alamApaya (duka/rendah), yaitu alam neraka, binatang, setan dan raksasa.” (http://artikelbuddhist.com/2011/05/hukum-karma.html)Di madrasah mana ya ustadz seorang muslim diajariaqidah reinkarnasi (terlahir pada kehidupan berikutnya) bahwa manusia akan berubah karmanya terlahir di alam binatang, setan dan raksasa jika melakukan perbuatan-perbuatan di atas?! Allahul musta’an.Sebaliknya, jika dia melakukan karma yang “baik” seperti meditasi:“Kusala-garuka-kamma. Adalah perbuatan “bermutu”, yaitu dengan bermeditasi, hingga mencapai tingkat kesadaran jhana. Ia akan dilahirkan di alam sorga atau lapisan kesadaran yang tinggi, yang berbentuk atau tanpa bentuk (16 rupa-bhumi dan 4 arupa-bhumi)” (http://artikelbuddhist.com/2011/05/hukum-karma.html)Dari penjelasan singkat berbagai uraian tentang hukum karma semacam di atas, bagaimana mungkinseorang muslim yang lurus dalam memahami Kitabullah dan Sunnah, memiliki aqidah tauhid yang kokoh lagi bersih akan berani bersikap gegabah dengan mengaitkan keyakinan batil dan sesat tentang hukum karma-reinkarnasi dengan dienul Islam yang suci dan sempurna?! Dan bahkan mencarikan pembenaran dan keabsahannya dengan ayat Al Qur’an dan Sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam?!Maka selayaknya bagi kita semuanya untuk berbicara sebatas apa yang diketahuinya saja agar tidak menjadi sesat dan menyesatkan saudara-saudaranya yang lain.Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu berkata: “Wahai manusia, siapa diantara kalian yang mengetahui sesuatu silahkan dia berbicara, dan barangsiapa yang tidak mengetahui maka hendaklah dia mengatakan terhadap perkara yang tidak dia ketahui itu, “Wallahu a’lam.” Karena sesungguhnya termasukilmu yang dimiliki seseorang adalah ketika dia mengatakan terhadap perkara yang tidak dia ketahui itu, “Wallahu a’lam.”Kesimpulanuntuk menarik kembali pernyataannya yang menyesatkan tersebut (apalagi hal ini terkait dengan masalah aqidah), berlepas diri dari aqidah hukum karma untuk kemudian rujuk, bertaubat dan menegaskan kepada umat bahwa aqidah batil hukum karma tidaklah memiliki landasan hukum (apapun!) di dalam syari’at Islam dan syari’at Islam sama sekali tidak memiliki keterkaitan (apapun!) dengan kebatilan aqidah hukum karma, laa min qaribwa laa min ba’id.Ingatlah ya Teman Teman bahwa…Saudara yang sejati adalah yang berkata benar kepadamuDan bukanlah orang yang selalu membenarkan perkataanmuPesan Penulis Untuk Pembacadimana Allah sendiri Berfirman:لا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا“Dan janganlah engkau mengikuti apa yang engkau tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawaban.” (QS. Al-Isra’: 36)dan Hadis nabi sendiri Melarang kita Untuk Mengikuti AjaraN Mereka Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golonganmereka”. (HR. Abu Dawud,Semoga dengan adanya Catatan Ini dapat Membuka Mata hati Kita dan Kembali Keajaran Islam Sebenarnya