Tampilkan postingan dengan label kematian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kematian. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Februari 2016

Proses sakaratul maut

Proses Sakaratul Maut Telah Di Jelaskan dalam Al qur'an.
Sekali - kali jangan, apabila nafas seseorang telah mendesak sampai ke kerongkongan. Dan dikatakan kepadanya: "siapa yang dapat menyembuhkan?". Dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia). Dan bertaut betis (kiri) dan betis (kanan). Kepada Allah lah pada hari itu kamu dihalau. (QS. Al-Qiyamah:26-30).

    As-sa'di menjelaskan dalam tafsir nya: Allah mengingatkan kepada para hambaNya tentang keadaan orang yang akan tercabut nyawa nya. Ketika ruh sampai pada taraqi yaitu tulang - tulang yang meliputi ujung leher (kerongkongan), maka pada saat itulah penderitaan mulai berat.(QS. Al-Qiyamah:26)
Ia mencari segala sarana yang dianggap bisa menyebabkan kesembuhan atau kenyamanan. Karena itu Allah swt berfirman: "Dan dikatakan (kepadanya), siapakah yang akan menyembuhkan?". Artinya siapa yang akan meruqyah nya, pasal nya mereka telah kehilangan terapi umum sehingga mereka bergantung sekali kepada terapi ilahi. Namun qadha dan qodar jika datang dan tiba, maka tidak dapat ditolak. Dan dia yakin bahwa sesungguh nya itulah waktu perpisahan dengan dunia.(QS Al-Qiyamah27-28).
Dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan), maksud nya kesengsaraan jadi satu dan berkumpul, urusan menjadi berbahaya, penderitaan semakin sulit, nyawa diharapkan keluar dari badan yang telah ia huni dan masih bersama nya. (QS. Al - Qiyamah:29).
Maka dihalau menuju Allah ta'ala untuk dibalasi amalan nya dan mengakui semua perbuatan nya (QS. Al - Qiyamah:30).

     Peringatan Allah ini akan dapat mendorong hati untuk bergegas menuju keselamatan nya, dan menahan nya dari perkara yang menjadi kebinasaan nya. Tetapi orang yang menentang orang yang tidak mendapat manfaat dari ayat ini, dan senantiasa berbuat sesat dan kekufuran.

Tanda - tanda ajal menjemput

Tanda - Tanda Ajal Menjemput

      Sesungguh nya setiap manusia itu mendapat kan kabar atau firasat apabila ia mendekati kematian. Hanya saja kita kurang memiliki kepekaan terhadap bisikan gaib itu. Atau karena kita takut untuk mati sehingga firasat itu kita tentang atau kita abaikan.

      Dikisahkan dalam sebuah riwayat. Bahwa malaikat Izrail bersahabat dengan nabi Yakub as.
Suatu ketika nabi Yakub berkata kepada malaikat Izrail, "Aku menginginkan sesuatu yang harus kamu penuhi sebagai tanda persaudaraan kita!" kemudian malaikat Izrail bertanya "apakah itu?", nabi Yakub berkata, "jika ajalku telah dekat, beri tahu aku!" malaikat izrail berkata, "baiklah, aku akan memenuhi permintaanmu, aku tidak hanya akan mengirim satu utusan ku, namun aku akan mengirim dua atau tiga utusan ku." setelah bersepakat mereka pun berpisah.

     Pada kesempatan lain nabi yakub as ditemui malaikat izrail. Nabi yakub as bertanya kepada malaikat izrail, "Wahai sahabatku, apakah engkau datang untuk berziarah atau untuk mencabut nyawaku?" malaikat izrail menjawab: "Aku datang untuk mencabut nyawamu!". Nabi yakub as bertanya lagi "Manakah ketiga utusan mu yang pernah kau janjikan dulu?" kemudian malaikat izrail menjawab, "sudah kukirim, yaitu putih nya rambutmu setelah hitam nya, lemah nya tubuh mu setelah kekar nya, dan bongkok nya badan mu setelah tegap nya. Wahai yakub, itulah utusan ku untuk setiap bani adam!".

     Itulah tanda - tanda kematian yang telah dikirimkan Allah kepada setiap manusia. Namun sebagian diantara kita menganggal nya sebagai gejala penuaan, tanda - tanda itu dianggap sesuatu yang alamiah dan tidak membawa pesan yang berarti.

       Ketika ajal sudah dekat akhirnya kita menyesal karena tidak mempersiapkan segala sesuatu nya untuk menjemput maut.

Kamis, 04 Februari 2016

Hakikat kematian bagi manusia

Hakikat kematian bagi manusia

      Pada hakikat nya kematian itu sebuah peristiwa terpisah nya ruh dari jasad. Ruh tidak lagi efektif menjalan kan fungsi nya untuk menggerakkan tubuh, begitu pula tubuh tidak lagi patuh terhadap perintah ruh.

      Sebab jasad hanyalah sebuah wadah ruh, maka ketika ruh terlepas, jasad kehilangan fungsi nya. Ruh sendiri tidak di ketahui eksistensi nya.

      Tapi ada perbedaan antara ruh dan jasad, jika jasad ditinggalkan ruh, maka jasad menjadi mati dan selama nya menjadi benda yang tak berarti. Sementara ruh, meskipun ditinggalkan jasad ia tetap hidup kekal.

      Sesungguh nya esensi kehidupan terletak pada ruh, bukan pada jasad. Manusia diciptakan dari dua unsur yang berbeda, yaitu ruh dan jasad. Keduanya memiliki dimensi dan asal usul yang tidak sama. Ketika manusia mati, jasad yang bersifat materi dan asal nya tercipta dari tanah, dikembalikan lagi ke tanah, sebab jasad merupakan bagian dari dunia. Sementara ruh yang bersifat abstrak dan berasal dari langit, juga dikembalikan ketempat asal nya, yaitu Al - Quds Al - ula, yang berada di langit karena memang bagian dari akhirat.

Akan tetapi setelah terpisah karena kematian, pada saat nya nanti kedua unsur tersebut akan disatukan kembali untuk menjalani kehidupan berikut nya yaitu akhirat.