Tampilkan postingan dengan label sakaratul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sakaratul. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Februari 2016

Tanda - tanda kematian

" TANDA-TANDA KEMATIAN "ALLAH Subhanahu Wata'ala telah memberi tandakematian seorang muslim sejak 100 hari, 40 hari, 7 hari,3 hari dan 1 hari menjelang kematian..
Tanda 100 hari menjelang ajal : Selepas waktu Ashar (Diwaktu Ashar karena pergantian dari terang ke gelap),kita merasa dari ujung rambut sampai kaki menggigil,getaran yang sangat kuat, lain dari biasanya,Bagi yang menyadarinya akan terasa indah di hati,namun yang tidak menyadari, tidak ada pengaruh apa-apa..
Tanda 40 hari menjelang kematian : Selepas Ashar,jantung berdenyut - denyut.. Daun yang bertuliskannama kita di lauh mahfudz akan gugur..Malaikat maut akan mengambil daun kita dan mulaimengikuti perjalanan kita sepanjang hari..
Tanda 7 hari menjlang ajal : Akan diuji dengan sakit,Orang sakit biasanya tidak selera makan..Tapi dengan sakit ini tiba-tiba menjadi berselerameminta makanan ini dan itu..
Tanda 3 hari menjelang ajal : Terasa denyutan ditengahdahi, Jika tanda ini dirasa, maka berpuasalah kita, agarperut kita tidak banyak najis dan memudahkan urusanorang yangmemandikan kita nanti..
Tanda 1 hari sebelum kematian : Di waktu Ashar, kitamerasa 1 denyutan di ubun-ubun,menandakan kita tidak sempet menemui Ashar besokharinya..Bagi yang khusnul khotimah akan merasa sejuk dibagian pusar, kemudian ke pinggang lalu ketenggorokan,maka dalam kondisi ini hendaklah kita mengucapkan 2kalimat syahadat..Sahabatku yang budiman, subhanALLAH, Imam Al-Ghazali, mengetahui kematiannya..Beliau menyiapkan sendiri keperluannya, beliau sudahmandi dan wudhu, meng- kafani dirinya, kecuali bagianwajah yang belum ditutup..Beliau memanggil saudaranya Imam Ahmad untukmenutup wajahnya..SubhanALLAH..Malaikat maut akan menampakkan diri pada orang-orang yang terpilih.. Dan semogakita menjadi hamba yang terpilih dan siap menerimakematian kapanpun dan di manapun kita berada..Dan semoga akhir hidup kita semua Husnul Khatimah,

Aamiin..

Jumat, 12 Februari 2016

Menyambut kematian dengan berbuat baik

Sambutlah kematian dengan perbuatan - perbuatan sebagai berikut:

1. Beriman kepada Allah, para malaikat, kitab - kitab nya, para rasul nya, hari akhir dan takdir (baik maupun buruk).
2. Menjaga sholat lima waktu tepat pada  waktunya di masjid secara berjama'ah, sholat dilakukan dengan khusyuk dan merenungi makna nya.
3. Mengeluarkan zakat yang diwajibkan sesuai dengan takaran dan cara - cara yang disyariatkan.
4. Melakukan puasa ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dan ridho dari Allah swt.
5. Melakukan haji mabrur, karena pahala haji mabrur pasti surga. Demikian juga umrah di bulan ramadhan karena pahala nya sama dengan berhaji bersama rasulullah saw.
6. Melaksanakan ibadah - ibadah sunnah, yakni setelah melaksanakan yang wajib. Allah menandaskan dalam sebuah hadits qudsi, "seseorang hamba akan terus mendekatkan diri kepada KU melalui ibadah - ibadah sunnah, hingga aku mencintai - Nya."
7. Segera bertaubat secara ikhlas dari segala perbuatan maksiat dan kemunkaran. Menanamkan tekad untuk mengisi waktu dengan banyak memohon ampunan, berdzikir, dan melakukan ketaatan.
8. Ikhlas meninggalkan riya dalam segala ibadah, sebagaimana firman Allah swt yang artinya:
" padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus (QS. Al - Baqarah: 5).
9. Mencintai Allah dan Rasul nya.
Hal itu hanya sempurna dengan mengikuti ajaran nabi, sebagaimana firman Allah swt yang artinya:
Katakan lah, "jika kamu benar - benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa - dosamu. Allah maha pengampun lagi maha penyayang (QS. Ali - imran : 31).
10. Mencintai seseorang karena Allah dan membenci seseorang karena Allah, berloyalitas karena Allah. Konsekuwensinya adalah mencintai kaum mukmin meskipun saling berjauhan dan membenci orang kafir meskipun dekat dengan mereka.
11. Takut kepada Allah swt, dengan mengamalkan ajaran kitab nya, dengan ridho terhadap rejeki Nya meskipun sedikit, namun bersiap diri menghadapi hari kemudian. Itulah hakikat takwa.
12. Sabar menghadapi cobaan, bersyukur ketika mendapatkan kenikmatan, selalu mengingat Allah dalam suasana ramai atau pun kesendirian, serta selalu mengharapkan keutamaan dan karunia dari Allah swt.

Itulah beberapa perbuatan perbuatan untuk menyambut kematian dengan khusnul khotimah, semoga para pembaca bisa menghadapi kematian dengan khusnul khotimah. Aamiin

Persiapan menjemput kematian

Didalam Ihyau Ulumudin, imam Al - Ghazali menjelaskan bahwa ada tiga macam persiapan menjemput kematian tiga cara itu adalah sebagai berikut:

1. Manusia yang selalu tertipu oleh kehidupan duniawi dengan menuruti segala keinginan hawa nafsu nya. Manusia semacam ini tidak pernah ingat kematian. Jika diingatkan, ia menyibukkan diri nya dengan urusan dunia, sehingga semakin jauh dari Allah swt dan semakin jauh dari mengingat kematian.
Orang seperti cerita diatas maka mereka diingatkan oleh Allah swt dalam firman nya:
"Katakan lah, sesungguh nya kematian yang kamu lari pada nya, maka sesungguh nya kematian itu akan menemui kamu. Kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." (QS. Al - Jumu'ah:8)

2. Manusia yang bertaubat. Orang - orang semacam ini lebih banyak mengingat kematian, sehingga di dalam hati nya tumbuh rasa khawatir dan takut kepada Allah, lalu ia menyempurnakan taubat nya. Bahkan kadang - kadang ia takut dijemput kematian belum sempurna taubat nya, sehingga menyiapkan bekal yang cukup sebelum datang nya kematian. Takut dijemput kematian karena belum sempurna taubat nya adalah dimaaf kan (diperbolehkan).

3. Orang makrifat, yaitu orang yang selalu mengingat kematian. Kematian baginya adalah janji pertemuan yang dicintainya, orang yang mencintai tidak akan lupa terhadap janji bertemu dengan orang yang dicintai nya. Biasanya orang seperti ini lebih menyukai datang nya kematian secara cepat, agar ia jauh dari orang - orang yang melakukan kemaksiatan, lalu berpindah ke sisi Allah swt Yang menguasai alam semesta.
Sebagaimana yang diriwayatkan dari hudzaifah, bahwasan nya ketika dekat dengan kematian ia berkata, "seorang teman tercinta telah datang disaat kematian. Barang siapa yang datang dissat seperti ini, niscaya akan sia - sia. Ya Allah engkau tahu kalau kemiskinan lebih kusukai dari pada kekayaan, sakit lebih kusukai daripada sehat, dan kematian lebih aku sukai daripada hidup. Mudahkanlah kematian bagiku, sehingga aku dapat berjumpa dengan mu."

   Para pembaca yang semoga di rahmati Allah dan serta terus dalam lindungan Allah swt. Semoga kita harus menyiapkan bekal untuk menghadapi kematian dan kita selalu mengingat kematian, jangan sampai kita terjerumus oleh godaan iblis dan kita mengabaikan akhirat dan mementingkan kehidupan duniawi.
Semoga kita tergolong orang - orang makrifat, yang selalu mengingat kematian.

Riwayat yang menjelaskan tentang sakaratul maut

Ada Beberapa Riwayat yang menjelaskan tentang sakaratul maut

- Rasulullah saw bersabda:"sakaratul maut itu sakit nya sama dengan tusukkan 300 pedang" (HR. Tirmidzi).
- Dalam riwayat lain Rasulullah saw bersabda:"kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek? "(HR. Bukhari).
- Ibnu Abi AD - Dunya rahimahullah meriwayatkan dari syaddad bin Aus ra, ia berkata: " kematian adalah kengerian yang paling dahsyat didunia ini dan akhirat bagi orang yang beriman. Kematian lebih menyakitkan dari goresan gergaji, sayatan gunting, panas nya air mendidih di bejana. Seandai nya ada mayat yang dibangkitkan dan menceritakan kepada penduduk di dunia tentang sakit nya sakaratul maut, niscaya penghuni dunia tidak akan nyaman dengan hidup nya dan tidak nyenyak dalam tidur nya".
- Kitab Al - Ahbar berpendapat:"sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang, lalu seorang lelaki menarik nya dengan sekuat - kuat nya sehingga ranting itu pun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut pada nya dan meninggalkan yang tersisa."
- Hujatul islam imam Al - Ghazali mengingatkan kita semua, "ketahuilah,seandainya dihadapan seseorang tidak ada kepedihan dan sikaaan selain syakaratul maut saja, niscaya itu akan membuat susah kehidupan nya. Ia akan merusak kesenangan nya dan mencegah kelalain nya, sungguh sakaratul maut itu harus dipikirkan dan dipersiapkan. Terlebih - lebih ia selalu mengincar orang - orang. Seperti.yang dikatakan oleh ahli hikmah: kamu tidak mengetahui kesusahan - kesusahan menimpa kepada orang lain kapan menimpamu".
- Imam Al - Ghazali  juga memberikan gambaran, bahwa rasa sakit yang dialami selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh. Hal itu membuat bagian tubuh orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik - tarik dan dicabut setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki.